Hari Dan Waktu Diharamkannya Seseorang Berpuasa

Alomuslim.com – Puasa merupakan ibadah paling mulia, yang memiliki banyak keutamaan. Karena mulianya ibadah ini, sehingga Allah Subhanahu Wa Ta’alamenyebutkan bahwa puasa adalah ibadah yang dikhususkan untuk-Nya dan Allah sendiri yang akan memberikan balasan untuk ibadah tersebut hingga tak terhitung dengan sekendak Allah. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiallahu anhu¸ Rasulullah ﷺ bersabda :

“Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman : ‘Setiap amal perbuatan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Karena puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya..” (HR. Bukhari IV/88, Muslim 1151)

Mengingat besarnya nilai ganjaran ibadah puasa ini, sehingga banyak umat muslim yang berlomba-lomba untuk mengerjakannya. Namun yang perlu diketahui, bahwa ada hari dan waktu dimana puasa diharamkan untuk dikerjakan oleh seseorang. Jangan sampai karena semangat untuk mengejar balasan ibadah puasa, kita malah lupa dengan melanggar larangan tersebut.

Hari Dan Waktu Diharamkannya Seseorang Berpuasa

Berikut beberapa hari dan waktu diharamkannya berpuasa :

1. Hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha

Berdasarkan pernyataan Umar bin Kaththab radhiallahu anhu, :

“Inilah dua hari dimana Rasulullahtelah melarang berpuasa pada dua hari tersebut ; Hari Raya Iedul Fitri setelah kamu semua berpuasa (pada bulan Ramadhan) dan (Idul Adha) ketika kamu semua memakan sebagian dari hewan kurban kamu sekalian.”(HR. Bukhari no. 1990, Muslim no. 1137)

Para ulama telah bersepakat bahwa haram hukumnya berpuasa pada hari Iedul Fitri dan Iedul Adha, berdasarkan keterangan dari hadits tersebut, dalam kondisi apapun. Segala bentuk puasa diharamkan pada dua hari raya tersebut, baik puasa untuk melaksanakan nadzar, puasa sunnah, atau karena kafaratdan lain sebagainya.

2. Hari Tasyriq

Hari Tasyriq yaitu tiga hari setelah Hari Raya Iedul Adha, yakni hari kedua, ketiga dan keempat setelah hari raya qurban, atau menurut tanggalan hijiriah adalah taggal 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah. Larangan mengenai puasa pada hari tasyriqadalah berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Nubaisyah al Hudzali radhiallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :

“Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla.”(HR. Muslim 2/800)

Namun terdapat pengecualian mengenai haramnya puasa pada hari tasyriqbagi jamaah haji yang tidak memiliki hewan qurban. Dari ‘Aisyah dan Ibnu Umar radhiallahu anhumma, keduanya berkata :

“Tidak diperbolehkan pada hari-hari tasyriq untuk berpuasa, kecuali bagi (jama’ah haji) yang tidak mendapatkan hewan sembelihan (qurban).”(HR. Bukhari 3/56)

3. Puasa Pada Hari Jum’at Secara Khusus

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda :

“Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat malam daripada malam-malam lainnya, dan janganlah kalian mengkhususkan hari Jum’at dengan puasa daripada hari-hari lainnya, kecuali puasa tersebut bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukan oleh seseorang diantara kalian.”(HR. Muslim 2/801)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah ﷺ bersabda :

“Janganlah sekali-kali seseorang di antara kalian berpuasa di hari Jum’at, kecuali dia berpuasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.”(HR. Bukhari 3/54, Muslim 2/801)

Tidak diperbolehkan seseorang berpuasa pada hari Jum’at kecuali ia telah berpuasa sehari sebelumnya atau akan berpuasa pada esokan harinya, kecuali bagi seseorang yang sedang melaksanakan puasa Daud dan juga puasa Arafah yang jatuh bertepatan di hari Jum’at. Larangan ini berlaku hanya apabila ada pengkhususan atau dilakukan dengan sengaja tanpa ada sebab lainnya.

4. Hari Syak

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi ﷺ, beliau bersabda :

“Janganlah sekali-kali salah seorang diantara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan berpuasa satu hari atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi yang telah terbiasa berpuasa, maka puasalah pada hari itu.”(HR. Bukhari no. 1914, Muslim no. 1082)

Juga berdasarkan sabda baginda Nabi ﷺ :

“Jika telah sampai pertengahan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa.”(HR. Ahmad 2/442, Abu Dawud 2/300 dan yang lainnya)

Yang dimaksud dengan hari Syak adalah hari yang diragukan, karena dikhawatirkan seseorang berpuasa mendahului puasa Ramadhan.

5. Puasa Dahr(Puasa setahun/selamanya)

Dari riwayat Ibnu Umar radhiallahu anhu, tatkala disebutkan mengenai orang yang menyambung puasanya, maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, :

“Tidak ada puasa bagi yang puasa selamanya, tidak ada puasa bagi yang puasa selamanya, tidak ada puasa bagi yang puasa selamanya.”(HR. Bukhari no. 1977, Muslim no. 1159)

Puasa dahr hukumnya makruh sekalipun tidak ada kesulitan atau sisi yang melemahkan tatkala menjalankannya. Hukumnya akan mejadi haram apabila dalam puasanya tersebut ia melaksanakan juga pada hari-hari yang diharamkan.

Wallahu ‘Alam.

Referensi :

  • Bulughul Maram,Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani (Darul Haq : 2016)
  • Shahih Fikih Sunnah Jilid 2, Abu Kamal Malik bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)
  • Minhajul Muslim,Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri (Darul Haq : 2016)
  • Meneladani Rasulullahdalam Berpuasa dan Berhari Raya,Syaikh Ali bin Hasan bin Ali al-Halabi & Syaikh Salim bin Ied al-Hilali (Pustaka Imam Asy-Syafi’i : 2016)