Macam-Macam Shalat Sunnah

Alomuslim.com – Shalat sunnah atau dalam istilah syar’i disebut dengan shalat Tathawwu’merupakan shalat yang ditambahkan pada shalat-shalat fardhu. Melaksanakan shalat tathawwu merupakan sebagai bentuk kekhususan ketaatan. Ada dua macam shalat tathawwu’dan penjelasan pembagiannya, yaitu :

1. Shalat Tathawwu Mutlaq

Shalat Tathawwu Mutlaq adalah shalat sunnah yang tidak mempunyai sebab, sehingga tidak terbatas jumlah rakaatnya. Boleh dilakukan degan niat yang bermacam-macam ketika mengerjakannya dan boleh juga dilakukan tanpa niat sholat secara khusus, hanya dengan sebatas pada melaksanakan shalat saja.

Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia pernah melakukan shalat dengan jumlah rakaat yang banyak. Ketika salam, Ahnaf bin Qais bertanya kepadanya, ‘Apakah kamu mengetahui jumlah rakaat yang kamu kerjakan, genapkah atau ganjilkah?’Abu Dzar menjawab, ‘Saya memang tidak mengetahui jumlahnya, tetapi sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Sesungguhnya saya mendengar dari saudara saya ; Abu Qasim, ia bersabda, ‘Tidaklah seorang hamba yang bersujud hanya kepada Allah – walaupun – satu sujud, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya dan menghapus dosa darinya.”(HR. Ahmad 5/164, Abdurrazaq no. 3561-4847, Al Bazzar 9/345 dan Al Baihaqi 2/489)

2. Shalat Tathawwu Muqayyad

Shalat Tathawwu Muqayyad adalah shalat sunnah yang telah disyariatkan mengenai jumlah rakaat dan waktunya berdasarkan keterangan dari dalil hadits Rasulullah ﷺ. Termasuk dalam jenis shalat ini adalah shalat rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengikuti shalat lima waktu. Shalat sunnah rawatib ada yang dikerjakan sebelum shalat fardhu yang disebut dengan shalat sunnah qabliyah, dan ada juga yang dilakukan setelah shalat fardhu atau yang dikenal dengan shalat sunnah ba’diyah.

Adapun shalat sunnah rawatib terbagi menjadi dua bagian, :

  • Muakad(Dikuatkan)

Shalat sunnah rawatib muakad yang biasa dikerjakan oleh Rasulullah ﷺ berjumlah 10 rakaat. Berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiallahu anhu¸ia berkata :

“Saya melakukan 10 rakaat –shalat sunnah rawatib- seperti yang diajarkan oleh Rasulullah; yaitu dua rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya dan dua rakaat sebelum shalat Shubuh.”(HR. Bukhari no. 1180, Muslim no. 729) 

Namun sebagian ulama juga berpendapat bahwa shalat sunnah rawatib muakad berjumlah 12 rakaat, berdasarkan hadits dari Ummu Habibah radhiallahu anha, ia berkata :

“Saya mendengar Rasulullahbersabda, ‘Barangsiapa mengerjaka shalat dua belas rakaat sehari semalam, maka akan dibangunkan rumah di surga.’Kemudian Ummu Habibah berkata, ‘Sejak saya mendengar hal itu dari Rasulullah, saya tidak pernah meninggalkannya.”(HR. Muslim no. 728, At Tirmidzi no. 415 dan yang lainnya)

  • Ghairu Muakad

Shalat Sunnah rawatib ghairu muakad yaitu shalat sunnah yang keutamaannya tidak seperti shalat sunnah rawatib muakad karena Rasulullah ﷺ jarang mengerjakannya. Diantara shalat sunnah rawatib gahiru muakadadalah shalat sunnah dua rakaat sebelum Ashar, shalat sunnah dua rakaat sebelum Maghrib dan juga shalat sunnah dua rakaat sebelum Isya.

Wallahu Ta’ala ‘Alam.

Referensi : Shahih Fikih Sunnah Jilid 1,Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim (Pustaka Azzam : 2015)